Olahraga menjadi aktivitas fisik yang masuk dalam pola hidup sehat. Anjuran dari Kementerian Kesehatan, setidaknya kamu perlu beraktivitas fisik 30 menit setiap harinya. Lalu apa artinya olahraga saat puasa dianjurkan dan aman? Tentu, karena banyak manfaat olahraga saat puasa yang sayang untuk kamu lewatkan.
Salah satunya untuk meningkatkan pembakaran lemak, sehingga mengurangi berat badan serta massa lemak.[1] Hanya saja, kamu perlu mempertimbangkan waktu dan jenis olahraganya. Ini karena setiap orang punya kemampuan fisik yang berbeda. Nah, berikut beberapa tips olahraga di bulan Ramadan yang bisa kamu coba:
1. Biasakan Sahur dengan Makanan Bergizi
Sebagai aktivitas fisik yang membakar kalori tentunya kamu butuh tenaga untuk berolahraga. Meskipun ada lemak tersimpan di dalam tubuh yang bisa dibakar saat olahraga, tetapi kamu tetap perlu asupan nutrisi yang tepat.
Oleh karena itu, jangan melewatkan waktu sahur dan biasakan untuk mengonsumsi makanan bergizi. Sahur dengan makanan bernutrisi akan membantu mencukupi kebutuhan kalori harian.
Jika memang ingin defisit kalori, kamu bisa potong porsi karbohidrat dan memperbanyak protein serta sayur dan buah. Selain itu, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tidak dehidrasi. Makanan berkuah dan buah kaya air cocok mendampingi air putih hingga jus saat sahur.
2. Sempatkan Tidur Siang Tidak Lebih dari 30 Menit
Waktu tidur menjadi salah satu concern di bulan puasa. Alasannya, tidur berpengaruh terhadap metabolisme dan kinerja tubuh, sehingga mau tidak mau kamu perlu “meluangkan” waktu untuk tidur.
Saat tidur, artinya kamu memberi kesempatan tubuh untuk memulihkan diri. Nah, secara keseluruhan orang dewasa butuh 7-9 jam untuk tidur. Alokasikan sekitar 10-30 menit dari total waktu yang dibutuhkan tadi untuk tidur siang.
Kamu bisa pertimbangkan power nap di jam makan siang untuk menambah energi, mengurangi rasa kantuk, hingga meningkatkan fokus. Kebiasaan tidur singkat ini memungkinkan tubuh beristirahat tanpa perlu masuk ke fase deep sleep.
3. Olahraga Jelang Berbuka atau Setelahnya
Olahraga saat puasa jam berapa sih idealnya? Terkait waktu olahraga ini sebenarnya relatif dan berbeda-beda kondisinya untuk setiap orang. Namun, olahraga setelah sahur lebih tidak dianjurkan.
Alasannya, waktu berpuasa masih panjang sehingga resiko dehidrasi lebih banyak. Takutnya, olahraga setelah sahur justru membuat kamu kehabisan energi sebelum mulai beraktivitas. Sementara itu, olahraga menjelang dan setelah berbuka lebih aman.
Olahraga menjelang berbuka memungkinkan kamu untuk cepat dapat asupan energi saat buka puasa. Saat memilih olahraga jelang berbuka, maka segera makan atau minum sesuatu yang bisa boost energi secara instan seperti kurma misalnya.
Bagaimana jika kamu olahraga setelah berbuka? Ini artinya tubuh sudah mendapat asupan energi dan lebih siap untuk olahraga jenis apapun. Kamu juga bisa melakukan pre-meal workout hingga post-meal workout lebih optimal.
4. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan Saat Mau Olahraga
Entah itu nge-gym saat puasa atau jogging saat puasa, kamu tetap perlu melakukan pemanasan dan pendinginan. Meski terlihat sepele, tetapi keduanya tidak boleh kamu lewatkan.
Pemanasan membantu meminimalisir risiko cedera dengan menyiapkan tubuh melalui peningkatan aliran darah, fleksibilitas, dan suhu tubuh. Gerakan pemanasan cukup bervariasi yakni dengan menggerakkan berbagai bagian tubuh seperti pergelangan kaki, tangan, kepala, dan lainnya.
Sementara pendinginan berfungsi memulihkan detak jantung hingga aliran darah secara bertahap. Pendinginan punya gerak seperti posisi kupu-kupu hingga duduk membungkuk dan bisa kamu sesuaikan dengan jenis olahraga yang dilakukan.
5. Hindari Olahraga Menjelang Tidur
Olahraga pagi saat puasa atau setelah sahur boleh saja, tetapi tidak disarankan. Ini juga berlaku untuk jam malam. Jika kamu olahraga setelah berbuka di rentang waktu sekitar 2 jam, maka ini boleh. Namun, untuk jam di atasnya yang terlalu mepet dengan waktu tidur sangat tidak disarankan.
Alasannya, dapat memicu kelelahan fisik hingga gangguan siklus tidur. Hal ini bisa terjadi karena olahraga meningkatkan hormon (adrenalin hingga kortisol) yang mengganggu produksi melatonin (untuk membuat ngantuk). Hasilnya, kamu lebih sulit tidur.
Selain itu, aktivitas fisik juga membuat suhu dan metabolisme tubuh meningkat. Padahal ketika bersiap tidur, tubuh butuh waktu untuk menurunkan suhu aktivitas metabolisme.
Saat puasa ataupun tidak, olahraga selalu menghasilkan keringat. Oleh karena itu, mandi menjadi agenda wajib pasca olahraga. Jika ingin pengalaman mandi yang menenangkan, kamu bisa coba pakai body wash dari Earth Love Life varian Balinese Bamboo & Oriental Mint.
Sabun cair ini memiliki perpaduan wangi yang khas dari bambu, mint dan eucalyptus. Kombinasi ketiganya sempurna untukmemberikan aroma yang menenangkan sekaligus meningkatkan mood. Hasilnya, kamu bisa tidur dengan suasana hati yang baik.
Bulan Ramadan ini sudah seharusnya kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi, termasuk dalam hal mengontrol emosi. Earth Love Life berkomitmen untuk ngajak semua perempuan jalanin Ramadan dengan tenang lahir dan batin, lo.
Komitmen ini hadir melalui mood boosting fragrance di seluruh produk Earth Love Life. Aroma ini tidak hanya menenangkan pikiran tapi juga bisa bantu kamu untuk mengendalikan suasana hati. Harapannya, kamu bisa lebih mindful dan bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan di bulan puasa.
Nah, menurut kamu olahraga saat puasa idealnya seperti apa?
Explore different formulations of
Explore different formulations of